English French Spain Russian Portuguese Japanese Korean Chinese Simplified
Tampilkan postingan dengan label Gen-X. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gen-X. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Juni 2014

Tahun Ajaran Baru, Siswa Tawuran Dipecat

-30 Polisi Siswa Dikerahkan

KARAWANG, SK - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang rupanya sudah tidak main-main dengan pelaku tawuran. Soalnya, tahun ajaran mendatang akan diberlakukan pemecatan bagi siswa yang terlibat tawuran. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdikpora Karawang Nandang Mulyana, saat berbincang dengan SK, Rabu (25/6) siang.  Aksi tawuran antar pelajar dan keributan yang diakibatkan oleh geng motor di Karawang  memang sudah sangat memprihatinkan. Untuk itu, ia merasa memiliki tanggungjawab untuk ikut menyelesaikan persoalan tersebut.
"Ini harus saya bicaSKn kepada seluruh pihak sekolah, karena kejadian tawuran, baik pelajar maupun geng motor yang didominasi oleh pelajar sudah sangat mengkhawatirkan," kata Nandang.
Disdikpora Karawang sendiri menurutnya terus melakukan koordinasi dengan sekolah-sekolah untuk mencari solusi yang terbaik dalam memecahkan persoalan, yang sudah menjurus kearah tindak pidana kekerasan tersebut. Dikatakannya, ia bersama jajarannya tak pernah bosan untuk mengintruksikan pihak sekolah melakukan monitoring terhadap siswa-siswinya, sebagai langkah antisipasi dan upaya pencegahan. "Tolong dimonitoring dan ditindak tegas jika ada siswa yang kerap ikut tawuran ataupun geng motor," kata Nandang.
Menurutnya, pihaknya sejauh ini telah melakukan berbagai upaya preventif, salah satunya melalui pengawasan proses Kegiatan Belajar mengajar (KBM) di sekolah yang harus berjalan lancar. Secara tegas, ia meminta agar pihak sekolah mampu mengambil peranannya sebagai lembaga penyelenggara pendidikan. Sebab, pihak sekolah memiliki kewenangan untuk menegakan peraturan, agar mutu dan kualitas pendidikan di Karawang tetap terjaga. "Yang susah-susah diatur, lebih baik dikeluarkan dari sekolah. Apalagi yang sudah sampai ditahan oleh kepolisian, lebih baik dikeluarkan saja dengan tegas. Dan kewenangan itu adanya di sekolah," jelasnya.
Langkah preventif juga sudah dilaksanakan oleh Disdikpora Karawang dengan melantik 30 Polisi Siswa (Polsis) beberapa waktu lalu. Tugas Polsis ini nantinya memberikan informasi kepada sekolah terkait hal-hal yang bisa memancing terjadinya aksi kenakalan pelajar kepada sekolah. Pelantikan Polsis sendiri langsung dilantik oleh Kapolres Karawang  AKBP Daddy Hartadi bersama Bupati Karawang H. Ade Swara di halaman Mapolres Karawang.(ega)

PPDB Online Bebas Pungutan

KARAWANG, SK - Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang Agus Supriatman, menegaskan bahwa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online di seluruh sekolah negeri di Kabupaten Karawang gratis. Penegasan itu sudah disampaikan kepada kepala sekolah melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) se Kabupaten Karawang beberapa waktu lalu.
 �Sudah kita sampaikan melalui surat kepada masing-masing UPTD Pendidikan dan Kebudayaan di tingkat kecamatan, mulai dari SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA dan SMK, proses PPDB online tidak dikenakan biaya atau bebas dari pungutan, karena dananya sudah ada di BOS (Bantuan Operasional Sekolah),� tegas Agus.
Begitupun menurut Agus, daya tampung sekolah di Karawang sepenuhnya sudah  bisa mengakomodir seluruh siswa yang akan melanjutkan ke jenjang berikutnya. �Sekolah negeri dan swasta yang ada di Karawang bisa menampung lulusan yang akan melanjutkan ke jenjang berikutnya,� kata Agus.
Agus menjelaskan, dari data yang ada di Disdikpora Karawang, kelulusan  SD  (Sekolah Dasar)  berjumlah 40.698  orang dan  daya tampung SMP (Sekolah Menengah Pertama) mencapai 44.896 orang. Sementara itu, siswa yang lulus SMP tahun ini mencapai 33.983  orang, sedangkan daya tampung Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mencapai  36.840 orang.
Menurut dia, sekolah negeri dan swasta di Karawang sama, karena sudah dibantu oleh dana BOS dan Biaya Operasional Perawatan dan Fasilitas (BOPF) dalam setiap tahunnya. �Sama-sama bebas pendaftaran dan bebas SPP, karena sudah ditanggung dari pemerintah pusat, provinsi dan Kabupaten Karawang,� tuturnya.
Sementara itu, bagi siswa yang mendaftar ke SMK tertentu, tahun lalu disyaratkan minimal tinggi badan, tahun ini persyaratan minimal tinggi badan dihapuskan. �Hanya untuk syarat bebas buta warna, bagi SMK tertentu memang masih diberlakukan,� pungkas Agus.(ega)

Rabu, 25 Juni 2014

Lestarikan Topeng Banjet

KARAWANG, SK - Ratusan masyaSKt Karawang antusias menyaksikan pagelaran topeng banjet, dalam acara Pendeklarasian Gencibuka (Generasi Cinta Budaya Karawang) pada Selasa (24/6) di Auditorium Graha Pemuda Karawang.
Gencibuka adalah sebuah komunitas yang lahir dari sebuah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Unsika pada awal bulan Mei lalu. Lahirnya Gencibuka didorong atas keprihatinan para mahasiswa terhadap kurangnya apresiasi masyaSKt mengenai kesenian dan budaya asli Karawang.
Ketua Gencibuka Siti Habibah mengungkapkan, dirinya sangat prihatin dengan kondisi masyaSKt Karawang hari ini yang sudah sedikit melupakan kesenian dan budaya asli Karawang, bahkan sudah tidak mengenal lagi warisan leluhurnya. Salah satunya adalah kesenian Topeng Banjet, yang merupakan kesenian asli masyaSKt Karawang.
Atas dasar itu, ia bersama Anbiya Juliandinan dan Wirda Noviani yang merupakan mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNSIKA, membuat program penelitian dan pengabdian pada masyaSKt, dalam upaya pelestarian dan pengembangan kesenian topeng banjet. "Kami membuat mendirikan Gencibuka ini dengan harapan masyaSKt Karawang dapat kembali mencintai kesenian dan kebudayaan asli daerahnya. Untuk itu kami berencana akan mensosialisasikan kembali kesenian Topeng Banjet melalui media sebuah film pendek," kata Siti.
Siti menjelaskan, Gencibuka memiliki visi dan misi untuk mengenalkan kembali kesenian-kesenian Karawang yang mulai terlupakan, khususnya kepada generasi muda yakni pelajar SLTA/Sederajat dan umumnya kepada seluruh lapisan masyaSKt. Selain itu, dirinya mengungkapkan bahwa fokus kegiatan yang akan dilaksanakan Gencibuka adalah dalam hal penyelenggaraan pagelaran kesenian dan film yang diangkat dari kisah seni dan budaya asli Karawang. "Projek terdekat yang sedang kami garap adalah film yang menceritakan tentang kisah maestro Topeng Banjet Karawang, yaitu Ali Saban," katanya.
Ia berharap, dengan terbentuknya komunitas Gencibuka, diharapkan dapat mengenalkan kembali kesenian dan budaya asli Karawang, serta menumbuhkan kecintaan dan apresiasi terhadap seni dan budaya daerah.
Ketua Komunitas Seniman Muda (Kosim) Karawang Rahmat Ramdani mengungkapkan, dirinya merasa bangga atas terbentuknya Gencibuka yang dipelopori oleh para mahasiswa. Sebab menurutnya, degradasi budaya dikalangan kaum muda sudah sangat memprihatinkan, terlebih dengan arus pertukaran seni dan budaya asing yang semakin menggeser keberadaan seni dan budaya asli daerah dihati masyaSKt.
Dirinya meyakini, dengan terbentuknya Gencibuka akan mampu mengembalikan semangat generasi muda Karawang, untuk terus melestarikan seni dan budaya tradisional asli daerah Karawang. "Saya yakin akan banyak masyaSKt yang kembali mencintai seni dan budaya daerahnya, sebab Gencibuka ini lahir dengan semangat yang baik dan mampu  mensosialisasikan seni dan budaya tradisional dengan cara modern, salah satunya lewat film," tegasnya. (ega)

Mahasiswa LP3I Praktik di Hotel

KARAWANG, SK - LP3I Karawang menggelar acara table manner untuk para mahasiswanya di Hotel Sahid Jaya-Lippo Cikarang belum lama ini. Acara yang diikuti oleh seluruh mahasiswa angkatan 2012-2013 ini berlangsung dengan elegan dan berkesan.
Herik Kurniawan selaku Trainer dalam acara tersebut mengatakan, acara yang dilaksanakan selama 1 hari oleh LP3I Karawang, dimulai dengan agenda welcoming speech, kemudian tabble manner theory, tabble manner pactice dan diakhiri dengan tour the hotel. "Welcoming speech ini berupa sambutan pihak hotel kepada mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini. Kemudian dilanjutkan dengan teori tabble manner yang langsung dibarengi dengan praktek," ujarnya, Selasa (24/6).
Herik menjelaskan, pada kesempatan tersebut, mahasiswa diajari cara makan yang baik, etika makan yang elegan dan bagaimana cara menyajikan hidangan. Sebab menurutnya, ketiga hal itu merupakan skill yang harus dimiliki oleh para calon profesional dan pengusaha muda yang dikemudian hari akan sangat bermanfaat di dunia kerja.
Sementara itu, salah satu mahasiswa Office Management angkatan 2012-2013, Ahmad Ardiansyah mengungkapkan, dirinya merasa senang dapat mengikuti table manner yang digelar oleh LP3I Karawang di Sahid Jaya Hotel. Dalam acara tersebut, ia berkesempatan mempelajari manner yang baik di meja makan sesuai dengan pergaulan internasional.
Menurutnya, acara table manner adalah salah satu training soft skill yang sangat penting, karena dapat mengangkat harkat dan martabatnya melalui cara makan yang baik di meja makan. Dengan begitu dirinya merasa yakin dan siap untuk bergaul di dunia bisnis kedepannya. "Acara table mannernya keren, kita dapat ilmu manner yang baik ketika dimeja makan. Pokonya tidak nyesel ikut table manner ini," kata Ahmad. (ega)


PPDB Online Mulai Disosialisasikan

KARAWANG, SK - Terkait ketidakkonsitenan dalam penerepan PPDB Online tahun ajaran kemarin yang mengeluarkan kebijakan untuk melakukan penyisiran di ujung PPDB Online 2013-2014 lalu, Sekertaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Karawang Asep Supriatna menjamin hal tersebut tidak akan terulang kembali di tahun ini.
Pasalnya, semua peraturan dalam PPDB Online tahun azaran 2014-2015 sudah disempurnakan dan diperbaiki. Menurut Asep, semua aturan yang akan diterapkan dalam PPDB Online sudah terperinci dan sudah disosialisasikan kepada seluruh kepala sekolah, UPTD, pengawas, penilik dan elemen pendidikan lainya. Dimana nantinya oleh para guru akan disosialisasikan kepada orang tua.
�Draf aturannya ada di saya, namun belum diperbanyak, secepatnya akan kami perbanyak dan akan kami bagikan. Begitu juga dengan sosialisasi yang akan kami lakukan dimedia lokal, radio serta yang lainya. Saat ini kami sedang menyosialisasikanya di 30 kecamatan yang dibagi menjadi 10 titik,� kata Asep kepada SK usai menggelar rapat di SMPN 1 Karawang, kemarin.
Adapun terakit penerapan Kurikulum 2013, menurut Asep, yang akan diterapkan pada tahun ajaran 2014-2014. Bagi sekolah yang masih menggunakan sistem dua shift akan segera diatasi dengan cara mengurangi kuota penerimaan siswa. Misalnya, yang tadinya sekolah menerima 13 kelas maka akan dibatasi menjadi 9 kelas atau disesuaikan dengan daya tamping yang ada.
�Semuanya sudah diatur dalam PPDB Online kali ini, termasuk jumlah kelas yang akan disediakan oleh setiap sekolah yang ada. Hal tersebut bertujuan agar kurikulum 2013 bisa diterapkan dengan baik dan sekolah swasta yang ada bias terpenuhi,� tegasnya.
Ia menghimbau agar masyaSKt jangan pernah merasa kwatir jika anaknya sekolah di swasta, karena kualitas dan biaya sekolah swasta dan negeri tidak ada bedanya. Untuk biaya sudah dicaver oleh pemerintah pusat, provinsi dan daerah. �Bagi sekolah yang melanggar aturan yang sudah ditetapkan dalam PPDB Online 2014-2015, maka pihak sekolah akan dikenakan sangsi yang disesuaikan dengan pelanggaran yang dilakukanya. Saya juga berharap seluruh elemen pendidikan bias membantu dalam mensukseskan PPDB online kali ini,� pungkasnya. (ega)

Senin, 16 Juni 2014

Absensi Elektrik Tekan Angka Bolos

KARAWANG, SK - Bolos sekolah merupakan persoalan klasik yang selalu terulang setiap tahun ajaran baru. Berbagai cara dilakukan pihak sekolah untuk menekan kebiasaan buruk tersebut, mulai dari meninggikan gerbang sekolah, menambal tembok yang bolong, memberlakukan sanksi keras, hingga penjagaan ketat satpam, tetap tidak mampu menanggulangi hal itu. Kini, ada cara efektif yang bisa dilakukan pihak sekolah, yaitu absek elektrik.
Tahun ajaran baru nanti, absen ini bisa diterapkan bagi sekolah yang serius ingin menekan angka bolos pelajar. Selain mudah, keberadaan abesn ini juga bisa meningkatkan pengetahuan siswa, orangtua maupun sekolah dalam bidang teknologi informasi.
Seperti yang sudah dilakoni SMPN 3 Karawang Barat,  absen elektrik memudahkan sekolah mengawasi para siswa serta menjadi media informasi bagi orangtua yang ingin mengetahui jejak akademik anaknya. "Orang tua bisa memantau anaknya lewat ponsel. Siswa yang tidak menggunakan scanner dianggap tidak hadir, dan ini yang kami laporkan via SMS ke ponsel orangtua. Siswa yang masuk juga kami laporkan ke orangtua ditambah keterangan waktu,� kata Kepala SMPN 3 Karawang Barat Herman.
Manfaat absensi sidik jari ini selain tidak bisa dimanipulasi, sekolah dan orang tua juga bisa memantau keberadaan anaknya dan mengurangi angka tawuran pelajar. �Kita bisa tahu siswa yang bolos bahkan siswa yang pamit berangkat ke sekolah, tapi tidak sampai di sekolah akan ketahuan,� katanya.
Herman menambahkan, bukan hanya absensi sidik jari. Sekolah ini juga menempatkan kamera CCTV (Closed Circuit Television) di sudut-sudut sekolah. �Kalau absen sidik jari mencegah kenakalan pelajar di luar sekolah, maka CCTV mencegah kenakalan pelajar di dalam sekolah,� imbuhnya. (ega/rk)

Menatap Tahun Ajaran Baru

KesemaSKn menyambut ajaran baru harus diiringi dengan semangat belajar. Kata-kata seperti �malas�, �tidak bisa�, �lemah dalam matematika� dan sebagainya, membuat sugesti negatif yang harus dibuang jauh. Karena pelajar memerlukan proses dalam mengembangkan keyakinan diri. Anak-anak, terutama yang sudah bersekolah, umumnya menghadapi berbagai masalah serupa. Mulai dari mudah beralih perhatian, hanya mampu berkonsentrasi dalam rentang waktu singkat, cenderung ceroboh, menganggap guru-guru membosankan, sampai mudah menyerah, dan tidak tertarik pada pelajaran. Di tahun ajaran baru nanti semua harus berubah, harus lebih semangat.
Kita patut menyadari kalau dalam pendidikan banyak sekali tentang ilmu pengetahuan tapi tidak saling berkaitan (IPS dan IPA jelas berbeda). Yang terpenting, kita patut sadar bahwa kita sulit untuk fokus pada impian kita karena terganggu oleh banyaknya ilmu (yang tidak saling berkaitan)... Kita patut sadar itu! Bagaimana solusi agar impian pelajar tetap kita pentingkan, tetapi tentang banyak ilmu tidak sampai ditinggalkan? Sebenarnyaa bila kita sudah memiliki impian, berarti kita rela untuk mengorbankan sesuatu. Kalau untuk pelajar berarti yang dikorbankan adalah ilmu yang tidak sesuai dengan impian pelajar. Anda mau berkorban? Tapi nanti ada yang marah, yaitu guru.  Tapi bila kita tidak mau meninggalkan ilmu sekolah yang lain tetapi tidak juga sampai meninggalkan impian kita. Ini dia tips yang katanya sudah umum dalam menjalankan impian pelajar. Membagi waktu. Membagi waktu tentunya penting. Caranya adalah sempatkan selalu ilmu yang kita impikan (sesuai impian kita) agar dipelajari setiap hari. Kita punya jadwal mata pelajaran kan? Misal hari ini ada pelajaran: Biologi, Bahasa Indonesia, Matematika. Maka, pelajari 3 ilmu itu sembari mempelajari ilmu yang kita impikan.
Membagi Jurusan. Usahakan kita masuk ke jurusan yang sesuai impian. Misalkan jurusan bahasa. Jangan sampai kita dimasukkan ke jurusan yang salah. Bila kita masuk jurusan yang sesuai, itu lebih baik dari pada tidak masuk. Nah, kalau sudah mencoba menjalankan tips di atas tapi masih juga bete, ini dia beberapa cara biar gak bete alias galau. 'Bad mood' adalah faktor biologis, masa pubertas pada remaja adalah pada saat tubuh memulai memproduksi hormon estrogen (cewek) dan hormon testoteron (cowok), selain perubahan fisik yang sangat kentara, terjadi juga perubahan dari sisi emosional (rada-rada narsis, sok kepedean dan merasa paling bener). "Apalagi kalau ada temen yang ngebetein, aduh dijamin gak enak gerak," ucap Wiwin, siswi SMK swasta di Cikampek. (rk)

Sabtu, 14 Juni 2014

Pelajar SMAN 4 Kreatif

-Gelar Pentas Seni Hasil Swadaya

KARAWANG, SK - Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu kosong setelah melaksanakan Ujian Kenaikan Kelas (UKK), salah satunya dengan menggelar pentas seni (pensi) seperti yang dilakukan oleh siswa-siswi SMAN 4 Karawang, Jumat (13/6) kemarin.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai dari hari Kamis (12/6) sampai dengan hari Jumat (13/6) tersebut, menampilkan beragam kreatifitas siswa-siswi kelas XI, baik jurusan IPA maupun IPS.
Ketua Pelaksana Pensi Roy Zavanya Imanuel mengatakan, acara pensi yang mengangkat tema 'My Cultur is My Life' bertujuan untuk memberikan hiburan kepada seluruh siswa-siswi SMAN 4 Karawang, seusai pelaksanaan UKK yang berlangsung selama satu minggu. Selain itu, acara pensi tersebut juga sekaligus mengingatkan siswa tentang kebudayaan bangsanya sendiri yang dikemas lewat beragam pementasan.
"Kemarin baru habis UKK, jadi sekalian refreshing kita ingatkan kembali tentang kebudayaan bangsa ini lewat pementasan seni," kata Roy kepada SK kemarin.
Roy menambahkan, beragam kreasi dari siswa-siswi kelas XI akan ditampilkan selama dua hari, mulai dari tari kreasi, sisingaan, paduan suara, arumba, kolaborasi musik tradisional dan modern, marawis, jaipong dan drama musikal. Dimana penampilan yang disuguhkan, semuanya hasil kreasi siswa-siswi kelas XI.
Sementara itu, untuk melaksanakan kegiatan pensi, ia dan teman-temannya meminta iuran sebesar Rp 40 ribu dan bergotong royong selama persiapan hingga pelaksanaan, tanpa melibatkan pihak sekolah, kecuali soal perizinan. "Kami menggarap acara ini secara gotong royong tanpa membebani pihak sekolah, mulai dari persiapan sampai pelaksanaannya. Pembiayaan juga kami dapatkan dari hasil iuran yang jumlahnya tidak terlalu besar persiswanya," katanya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 4 Karawang Hermawan mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan semangat gotong royong dalam diri siswa-siswi di sekolah. Serta melatih mental para pelajar untuk berani menunjukan kemampuan dan kreatifitasnya dihadapan banyak orang. "Semuanya dikerjakan oleh para siswa, jadi dengan sendirinya mereka belajar gotong royong. Termasuk soal biaya, mereka yang menentukan anggarannya secara swadaya," terangnya.
Menurutnya, selain untuk menghibur siswa-siswi setelah UKK, pensi yang dilaksanakan oleh kelas XI IPA maupun IPS tersebut juga sekaligus untuk penilaian akhir mata pelajaran seni budaya, sebelum dimasukan dalam nilai raport. (ega)

Kamis, 12 Juni 2014

Polisi Siswa Segera Dibentuk

-Kapolres Rekrut Pelajar di Sekolah Bermasalah

KARAWANG,  SK - Mengantisipasi kaula muda khusunya anak sekolah melakukan hal negatif, dalam waktu dekat Polres Karawang akan membentuk polisi siswa di setiap sekolah yang sering terlibat tawuran. Hal itu diungkapkan Kapolres Karawang AKBP Daddy Hartadi kepada SK usai menghadiri acara pelantikan rektor baru Unsika Karawang, Rabu (11/6) siang.
"Nanti dalam waktu dekat kita akan bentuk polisi sekolah. Jadi siswa yang dianggap oleh sekolahnya agak nyeleneh, itu nanti akan direkrut jadi polisi siswa," ujar Daddy.
Kapolres menambahkan, tugas polisi sekolah ini nantinya siswa yang bertugas untuk menjaga dan mengawasi siswa lain di sekolahnya agar tidak bertindak hal-hal yang bisa mencoreng nama baik siswa, dan sekolah semisal aksi tawuran. Selain itu, polisi siswa yang akan segera dibentuk ini nantinya akan dilantik langsung oleh Kapolres Karawang. Pembentukan polisi siswa ini adalah sebagai langkah prepentif kepolisian mencegah kaula muda agar tidak bersikap di luar akal sehat, seperti masuk geng motor dan lain-lain.
Bahkan untuk memberantas keberadaan berandal motor ini, Daddy bekerjasama dengan beberapa organisasi masyaSKt (ormas) yang ada di Karawang, agar memberikan rasa nyaman kepada masyaSKt Karawang. "Keberadaan geng motor ini biasanya di atas jam 12 malam, dan nanti kita akan sama-sama berpatroli dengan ormas," ujarnya.
Sehingga, jika dalam patroli tersebut petugas dan ormas mencurigai ada kelompok geng motor maka akan ditindak oleh Polisi berdasarkan hasil laporan dan pengaduan dari ormas tersebut.
Kapolres sendiri sempat menyinggung aksi brutal geng motor di Karawang yang mulai kembali marak akhir-akhir ini. Bahkan menurut dia ini menjadi tugas besar kepolisian untuk memberantas geng motor di Kota Pangkal Perjuangan ini. Ia mencontohkan kejadian beberapa hari lalu, di Dawuan adalah satu contoh kecil kasus akibat maraknya geng motor. Meskipun menurut dia, aksi penyerangan oleh kelompok warga tersebut merupakan kesalahpahaman kedua belah pihak. "Kita sudah tempatkan petugas, kejadian kemarin itu cuma miss komunikasi ada beberapa orang yang mengisukan tidak benar," katanya.
Sementara itu, hingga kini pihaknya tetap akan mengusut tuntas kasus tersebut dan meminta warga Karawang agar tetap dalam kondisi tenang dan tidak perlu khawatir. (ega)

Dadang Resmi Jadi Rektor Unsika

KARAWANG, SK - Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) terpilih H. Dadang Danugiri S.Pd,. M.Pd, akhirnya resmi dilantik di aula kampus oleh Ketua Umum Yayasan Pembina Perguruan Tinggi Pangkal Perjuangan H. Tayo Tarmadi, S. Sos., MM, Rabu (11/6) kemarin.  Pelantikan tersebut dihadiri Bupati Karawang H. Ade Swara dan Wakil Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana beserta para tamu undangan lainnya.

Dikatakan Dadang,  pasca dilantik menjadi Rektor Unsika, dirinya akan berusaha memberikan yang terabaik untuk kemajuan kampus kebanggaan warga Karawang tersebut.  Terlebih dalam mendorong proses penegerian Unsika. Bukan hanya itu, Dadang juga akan membuat program-program khusus dalam meningkatkan kualitas mahasiswa. Agar nantinya, mahasiswa lulusan Unsika dapat bersaing dengan mahasiswa lulusan perguruan tinggi lainya. �Bila Unsika menjadi PTN (Perguruan Tinggi Negri), maka saya yang belum menjadi PNS akan dengan sukarela melepaskan jabatan saya sebagai rektor. Karena saya ingin memberikan yang terbaik untuk kemajuan pendidikan Kabupaten Karawang,� kata Dadang  kepada SK usai resepsi pelantikan kemarin.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Pembina Perguruan Tinggi Pangkal Perjuangan H. Tayo Tarmadi, S. Sos., MM mengucapkan selamat atas dilantiknya Dadang Danugiri sebagai Rektor Unsika. Ia berharap dengan dilantiknya rektor baru tersebut, Unsika bisa lebih maju dan lebih baik lagi kedepannya. �Saya berpesan kepada rektor yang baru dilantik semoga bisa menjaga amanah dan menjalankan tugas dan kewajibanya sebagai rektor dengan baik. Karena kemajuan Unsika tentunya tidak lepas dari sosok seorang pemimpinnya,� kata Tayo.
Hal senada diucapkan Bupati Karawang Ade Swara, dilantiknya Dadang sebagai rektor diharapkan bisa memberikan warna dan kemajuan untuk dunia pendidikan Karawang. �Mudah-mudahan dapat melaksanakan tugas dengan baik sehingga Unsika bisa menjadi universitas yang berkualitas. Saya juga berharap beliau didukung oleh semua pihak dalam menjalankan tugasnya. Karena seorang pemimpin tidak akan bisa berbuat banyak tanpa adanya dukungan dari pihak lainnya,� ujarnya.(ega)

Rabu, 11 Juni 2014

PGRI Majalaya Sampai Ranting

KARAWANG, SK - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Majalaya mengukuhkan enam ranting PGRI di kecamatan tersebut di aula gedung PGRI Majalaya, Selasa (10/6). Adapun pelantikan pengurus ranting ini ditujukan agar komunitas guru di kecamatan ini bisa lebih solid dan bisa melakukan konsolidasi sesama anggota PGRI mulai dari tingkat kabupaten sampai tingkat ranting.
Ketua PGRI Cabang Majalaya Titin Ratna Komala mengatakan, pengurus enam ranting yang dilantik ini merupakan perwakilan guru, kepala sekolah mulai dari TK, SD, madrasah, yang tersebar di seluruh wilayah Kecamatan Majalaya. Dengan dikukuhkannya enam ranting tersebut, ia berharap peran PGRI khusunya di Kecamatan Majalaya bisa berperan aktif lebih baik. Sementara untuk tugas pengurus PGRI tingkat ranting ini nantinya akan membantu kinerja pengurus cabang, terutama dalam beberapa kegiatan yang berkaitan dengan guru ataupun kegiatan lain di bawah koordinasi PGRI Karawang. "Bahkan nantinya pengurus ranting ini akan turut membantu saat program sosial seperti saat bencana alam dan lai-lain," ujar Titin.
Ketua PGRI Karawang Nandang Mulyana dalam sambutannya mengajak seluruh pengurus PGRI agar lebih solid dalam menjalankan roda organisasi. Bahkan kedepan pengurus ranting ini mempunyai hak konstitusi dalam pemilihan Ketua PGRI tingkat kabupaten di bawah koordinasi PGRI cabang atau tingkat kecamatan. "Saya yakin Majalaya ini walaupun kecil wilayahnya, tapi gurunya berprestasi semua," ujar Nandang disambut tepuk tangan peserta yang hadir.
Dalam kesempatan itu pula Ketua PGRI Karawang memberikan kabar gembira kepada Ketua PGRI cabang, bahwa dalam waktu dekat seluruh ketua cabang PGRI akan mendapatkan sebuah sepeda motor untuk kendaraan operasional. "Ada 30 motor yang akan diberikan ke semua cabang, nantinya kendaraan tersebut bisa digunakan untuk konsolidasi ketua cabang ke tingkat ranting," kata Nandang.
Sehingga dengan kabar bahagia tersebut, Nandang berharap, peran PGRI dalam memajukan dunia pendidikan di Karawang ini bisa lebih baik dibanding sebelumnya. Termasuk menyikapi soal kebijakan pemerintah daerah yang menerapkan sistim Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online, Nandang mengajak kepada seluruh anggotanya agar mendukung program tersebut. "Tidak ada alasan lagi untuk menolak PPDB Online, ini sudah final karena akan memudahkan semua pihak. Mau sekolah di negeri atau swasta sama saja, semua sudah dibiayai oleh pemerintah," seru Nandang.
Hadir dalam acara pelantikan tersebut seluruh pengurus cabang PGRI Majalaya, pengurus UPTD SD/PAUD dan perwakilan pengurus PGRI Karawang, serta perwakilan guru yang ada di Kecamatan Majalaya. (ega)

Jaring Bakat Siswa Lewat Ekskul

KARAWANG, SK - Untuk menjaring siswa-siswi yang berbakat dalam bidang seni, olahraga, kepemimpinan dan keagamaan, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Karawang terus melakukan pembinaan melalui kegiatan ekstra kurikuler (ekskul).
Kepala SMAN 4 Karawang Dra Yayah Mardiah mengatakan, banyak kegiatan pembinaan yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk menggali bakat para siswa dan sekaligus mencari bibit-bibit unggul di bidang seni, olahraga, kepemimpinan dan keagamaan. Sehingga dengan pembinaan itu nantinya siswa dapat lebih diarahkan untuk menekuni minat dan bakat yang dimiliki masing-masing siswa. "Banyak program yang kami jalankan untuk mencari bibit-bibit dibidang seni, budaya, olahraga, dan yang lainnya. Sekaligus menyalurkan minat dan bakat para siswa," kata Yayah kepada SK, Selasa (10/6) siang.
Yayah menambahkan, kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh pihak sekolah juga bertujuan untuk menumbuhkan semangat gotong royong dalam diri para siswa, serta melatih mental para siswa untuk berani menunjukan kemampuan dan kreatifitasnya.
Ia berharap, dengan beragam kegiatan dan Ekskul yang tersedia di SMAN 4 Karawang akan mampu meminimalisir hal-hal negatif dikalangan para siswa. Dan dapat mengarahkan para siswa untuk lebih bisa berkreatifitas serta meraih prestasi yang membanggakan, sehingga akan terbentuk kepribadian yang baik dalam diri setiap siswa.
"Beragam kegiatan dan Ekskul yang disediakan di sekolah ini bertujuan untuk meminimalisir hal-hal negatif diantara para siswa. Dan terbukti kami dapat mengukir prestasi dengan meraih beberapa piala dalam ajang FLS2N (Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional) tingkat Kabupaten beberapa waktu lalu," katanya.
Ditemui terpisah, Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMAN 4 Karawang Dea Rizky Maulana mengatakan, disekolahnya ada 17 Ekskul yang tersedia untuk membantu para siswa menyalurkan minat dan bakatnya. Yaitu Ekskul Pramuka, PMR, Paduan Suara, Dance, Badminton, Teater dan Kabaret. "Ada juga Sispala (Siswa Pencinta ALam) untuk siswa yang suka naik gunung. Rohis dan Marawis untuk menyukai budaya yang Islami. Kalau yang mengarah ke pelajaran ada Ekskul Sains Club dan English Club," tuturnya.
Dea menjelaskan, dari mulai hari Senin sampai Sabtu setiap pulang sekolah selalu ada Ekskul yang menggelar latihan. Sehingga para siswa bisa memilih untuk mengikuti Ekskul yang sesuai dengan keinginan dan hobinya. Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana para siswa bisa memanfaatkan waktu dengan baik saat berada di sekolah, salah satunya dengan aktif di kegiatan-kegiatan ekskul. (ega)

Karawang Sabet Medali Emas

KARAWANG, SK - Karawang berhasil meraih juara pertama dalam perlombaan apresiasi PTK PAUDNI Tingkat Provinsi Jawa Barat 2014 yang diselenggaSKn di Bumi Hotel Indah Lembang Bandung belum lama ini.
Kepala Bidang Pendidikan Non Formal Informal (PNFI) Disdikpora Karawang Amid Mulyana menjelaskan, dari 10 kategori yang dikirim oleh Kabupaten Karawang, memang hanya memperoleh satu  medali emas. Namun pihaknyanya tidak berkecil hati, melainkan akan lebih termotivasi dengan hasil yang sudah diraih tersebut.
�Sebelumnya juga pernah menjadi juara tingkat provinsi, dengan kategori kelembagaan. Untuk yang menjadi juaran kali ini adalah kategori instruktur tata busana atas nama Sulianti SE,MM dari LKP Dewi Welas Asih yang beralamat di Tanjung Pura,� kata Amid kepada SK, Selasa (10/6), di ruang kerjanya.
Untuk kategori yang berhasil menyabet juara satu ini menurut Amid, nantinya akan mewakili provinsi  di tingkat berikutnya yaitu tingkat nasional. Sehingga agenda kedepan, akan ada proses pembinaan dari provinsi  terlebih dahulu di Cianjur, karena Jawa Barat menargetkan menjadi juara umum dalam perlombaan tingkat nasional.
�Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berusaha keras untuk memberikan yang terabik untuk kabuten Karawang. Meski hasil yang diperoleh dalam perlombaan kali belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Ini jadi motivasi untuk terus berlatih dan  bisa meraih prestasi yang lebih bak lagi kedepannya. Hal ini juga akan kami jadikan bahan evaluasi untuk tahun berikutnya,� ujar Amid.
Bahkan Disdikpora Karawang akan terus melatih dan memberikan pembinaan kepada peserta yang berasal dari Karawang agar nanti bisa menjadi juara ditingkat nasional. �Semoga apa yang dilakukan bisa memberikan manfaat kepada semua pihak, terlebih dalam memberi motivasi kepada masyaSKt Karawang agar tidak mau menyerah dan terus mengejar prestasi,� pungkasnya. (ega)

Selasa, 10 Juni 2014

27 Pelajar Siap Tampil All Out

-Olimpiade Sains Nasional  Tingkat Provinsi

KARAWANG, SK - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang resmi melepas 27 siswa-siswi SMA berprestasi untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional  (OSN) tingkat provinsi di Bandung, tanggal 9 Juni sampai 12 Juni 2014 nanti.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Disdikpora Karawang Nandang Mulyana mengatakan, pihaknnya sejak jauh-jauh hari telah mempersiapkan para siswa yang akan mengikuti OSN tingkat provinsi. Dimana para siswa tersebut merupakan juara sembilan cabang mata pelajaran OSN tingkat Kabupaten Karawang tahun 2014.
"Yang kami kirim hanya juara-juaranya saja dari setiap cabang mata pelajaran, yang nantinya didampingi oleh guru bidang studi masing-masing sebagai pembimbing," kata Nandang kepada SK kemarin.
Nandang menjelaskan, sebelum diberangkatkan ke Bandung, pihaknya telah melakukan persiapan terakhir dengan mengumpulkan para peserta, dan pembimbing untuk diberikan pengarahan sekaligus pemantapan. Dalam ajang OSN tingkat provinsi kali ini, para peserta yang mewakili Karawang akan dikirim dalam tiga gelombang, yaitu tanggal 9-10 Juni untuk peserta cabang mata pelajaran Matematika, Fisika dan Kimia. Dilanjutkan tanggal 10-11 Juni untuk peserta cabang mata pelajaran Biologi, Astronomi dan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Dan gelombang terakhir tanggal 11-12 Juni untuk peserta cabang mata pelajaran Geografi, Ekonomi dan Kebumian. "Tanggal 6 Juni kemarin, ba'da (setelah salat) Jumat telah kami berikan pengarahan terakhir untuk siswa dan pembimbing tiap kategori lomba sebelum berangkat. Dan pemberangkatannya dibagi 3 gelombang sesuai jadwal lomba, supaya tidak menumpuk disana," kata Nandang.
Disdikpora Karawang sendiri tidak mempunyai target khusus dalam ajang OSN tahun ini. Sebab, untuk bersaing dengan 27 kota/kabupaten se-Jawa Barat bukanlah hal yang mudah, namun pihaknya tetap yakin para siswa yang mewakili Karawang dapat memberikan yang terbaik. "Tahun kemarin juga belum bisa juara dan mewakili kabupaten serta provinsi sampai ke pusat, tapi harapannya tahun ini kita berhasil," pungkasnya.
Sementara itu, seorang peserta OSN perwakilan Karawang Nafilah asal SMAN 1 Karawang mengaku bangga dirinya bisa mengikuti ajang ini sampai ke tingkat provinsi mewakili Karawang. Sejak jauh-jauh hari ia sudah mempersiapkan diri belajar untuk mengikuti OSN, sehingga diharapkan bisa menjadi juara dan membanggakan Karawang.  Nafilah merupakan siswa yang berhasil menjuarai mata pelajaran Ekonomi saat OSN tingkat Kabupaten Karawang beberapa waktu lalu. "Aku tingkat kabupaten juara 1, mudah-mudahan tingkat provinsi bisa kembali juara," harapnya.(ega)

Jumat, 06 Juni 2014

Alza el Rohmah Asuh Yatim dan Duafa

-Tidak Mengandalkan Bantuan Pemerintah

KARAWANG, SK �  Usaha yang dilakukan Yayasan Alza el Rohmah mendidik anak yatim dan kaum duafa patut diacungi jempol. Pasalnya, yayasan yang dibentuk oleh tiga orang yaitu H Ahmad Badrussalam, Drs Muhammad Yazid dan Maman Suherman SE, hingga kini mampu berdiri sendiri tanpa mengandalkan belas kasihan dari siapapun.
H Ahmad Badrussalam mengatakan, awalnya ide untuk membuat yayasan yatim piatu dan duafa tersebut lahir ketika dirinya menunaikan ibadah haji. Melalui diskusi yang panjang dengan pengasuh Ponpes Nihayatul Amal, H Tatang Sihabudin dan juga pengasuh pondok pesantren yang ada di Purwokerto, H Gus Rifki, maka lahirlah yayasan anak yatim dan duafa Alza el Rohmah di Perum Bintang Alam Blok O/14 RT 31 RW 12 Telukjambe. �Awalnya ide tersebut muncul pada tahun 2009 ketika sedang menunaikan ibadah haji, berbagi kepedulian terhadap anak yatim dan kaum duafa,� jelas H Ahmad atau yang lebih dikenal dengan H Aam saat berbincang dengan SK belum lama ini.
Yayasan semi pesantren yang didirikan pada tahun 2011 tersebut,  awalnya hanya mempunyai tujuh orang santri dengan satu orang ustaz sebagai pengajar. Sekarang, Alza el Rohmah yang diurus lima orang mempunyai 31 siswa dan tiga ustaz. Dengan tiga bangunan utama, rencananya Yayasan Alza el Rohmah akan memperluas lokasi dengan pembangunan gedung khusus santri perempuan. �Pengurus tidak mengandalkan penghasilan disini, melainkan punya pekerjaan masing-masing, ini murni kepedulian sosial,� kata Aam.
Ia menambahkan, pemasukan yayasan bersumber dari donatur dari latar belakang yang berbeda seperti dari perusahaan atau instansi, dan juga masyaSKt lainnya yang peduli akan anak yatim dan kaum duafa. �Untuk anak yatim siapapun boleh masuk, sedangkan untuk kaum duafa ada seleksi. Kami mempunyai tim seleksi khusus, karena banyak kasus orang yang pura-pura kelihatan seperti kaum duafa padahal orang yang berada.  Yayasan ini bukan tempat penitipan anak, kami juga tidak mencari kuantitas santri tapi kualitasnya, agar anak yatim dan duafa bisa mandiri. Lalu setelah itu dapat menularkan kepedulian pada yang lain dan memiliki nilai-nilai tidak meminta-minta,� jelasnya.
Sementara itu, nama Alza el Rohmah sendiri diambil dari nama keluarga H Aam yaitu Ali, Zaenal dan Rohmah yang berarti mulia, berkembang dan kasih sayang. Alza el Rohmah mengadopsi sistem pendidikan semi pesantren dimana 60 persen pelajaran agama dan 40 persen pelajaran umum. (ega)

Jadi Motivator Diri Sendiri

Remaja dan anak-anak sekarang rentan dengan persoalan-persoalan hidup yang mengharuskan mereka berpikir lebih bijak dalam menyikapi sesuatu. Mereka juga sering beranggapan motivasi dari orang-orang terdekat seperti orangtua, keluarga, teman, dan sahabat itu sangat penting.
Tapi bagaimana saat orang-orang terdekat kita berada jauh atau ada kesibukan masing-masing? Apakah kita akan terus berharap motivasi itu dari orang lain? Banyak remaja ataupun anak-anak mengeluh kalau orang tuanya selalu sibuk. Sehingga mereka tidak mendapat motivasi dari orang terdekat mereka sendiri. Hal itu selalu menjadi alasan dalam ketidakmampuan mereka dalam berprestasi di sekolah atau bidang lainnya. Mengapa mereka-mereka tidak berpikir sehebat apapun orangtua, keluarga, teman dan sahabat memotivasi kita. Tapi kalau diri sendiri juga tidak ada kemauan untuk melakukan perubahan yang lebih baik, itu akan sia-sia juga. Banyak juga program TV yang menyuguhkan acara seminar untuk memotivasi. Apa yang dibicaSKn motivator di program TV itu memang sangat bagus. Tapi semua itu juga tidak cukup dengan didengar pada saat itu juga. Karena perubahan itu berawal dari pola pikir kita dalam menghadapi suatu hal. Semua itu akan bermanfaat kalau  kita mengimplementasikan pada kehidupan sehari-hari. Motivasi dari diri sendirilah sesungguhnya yang sangat kuat dan berperan penting untuk perubahan, dan kemajuan hidup kita. Jadi kalaupun orang-orang terdekat kita tidak ada waktu atau sibuk, kita tidak perlu merasa kecewa atau merasa tidak diperhatikan karena tidak diberikan motivasi. Mungkin mulai sekarang kita yang harus mengubah pola pikir kita untuk tidak selalu bertanya �mana motivasi dari mereka�? Kita harus mampu memulai perubahan dari diri sendiri. Jangan takut tidak mendapat motivasi dari orang lain. Karena keberadaan orang-orang terdekat kita baik yang jauh ataupun yang dekat, sebenarnya itu sudah menjadi motivasi untuk kita. �Mari kita mulai melakukan perubahan sesuatu yang lebih baik tanpa harus ada kendala berharap motivasi dari orang lain�. Mungkin ini ada korelasinya dengan kalimat bijak ini �believe in yourself, all things are possible (percaya pada diri sendiri, bahwa semua hal adalah mungkin)�. Semoga mulai saat ini kita sudah tidak mempermasalahkan untuk motivasi dari orang lain. (*)


*) Eksit Windi Asrini

Jumat, 28 Maret 2014

Tahajud Penenang Hati

Manusia sebagai makhluk sosial tidak akan pernah lepas dari permasalahan sosial baik dalam kehidupan lingkungan rumah tangga,  lingkungan masyaSekitar Karawangt, lingkungan kerja bahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tidak sedikit karena ketidakmampuan manusia menanggung beban permasalahan yang bunuh diri, gila atau stres berat. Hal ini boleh jadi karena manusia kurang menyadari asal masalah itu dari mana dan harus dengan cara apa diselesaikannya?
Sebagai orang yang beragama kita yakin hakekatnya masalah itu ditentukan oleh Allah SWT, oleh karena itu bila permasalahan dari Allah, jangan hanya diselesaikan dengan rekreasi atau refresing ke tempat-tempat wisata, tapi kembalikan kepada yang Maha Menyelesaikan masalah yaitu Allah SWT, baik dengan banyak berdoa, beristigfar dan memperbanyak amal kebaikan maupun dengan cara melakukan shalat yang khusuk baik melalui shalat fardlu ataupun sahalt sunnat, terutama shalat sunat Tahajud. Allah SWT berfirman, �Dan pada sebagian malam hari bershalat Tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu ; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat terpuji�. (Al-Israa). Ayat ini merupakan salah satu dasar disyariatkannya shalat tahajud. Dengan begitu, shalat tahajud sangat dianjurkan dalam islam. Bahkan, shalat tahajud menduduki posisi kedua setelah shalat wajib. Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, �Salat yang manakah yang paling utama setelah salat wajib?� Rasulullah menjawab, �Shalat Tahajud!� (HR.Muslim).
Tahajud sendiri artinya bangun dari tidur. Dengan demikian salat tahajud adalah salat yang dikerjakan di malam hari dan dilaksanakan setelah tidur terlebih dahulu, walaupun tidurnya hanya sebentar.
Salat tahajud yang dilakukan di tengah malam, di mana kebanyakan manusia terlelap dalam tidurnya dan berbagai aktivitas hidup berhenti, serta suasana begitu hening, sunyi dan tenang, sangat menunjang konsentrasi seseorang yang akan mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT. Di samping kondisi eksternal ini, juga terdapat kondisi internal, yaitu sebuah ketenangan yang dirasakan oleh psikis atau batin manusia yang melakukan tahajud. Ketenangan dan ketentraman yang diperoleh oleh seseorang yang melakukan shalat tahajud memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi. Sebab, dalam shalat tahajud terdapat dimensi dzikrullah (mengingat Allah). Ini sebagaimana firman Allah SWT, �(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram�.(Ar-Ra�d : 28). (*)

*) Matin A. Rajak, MSi
(Kabid Kominfo Dishub Karawang)

Politik Uang Haram

-Kemenag: Suap Menyuap Masuk NeSekitar Karawang

KARAWANG, Sekitar Karawang - Dalam hitungan hari, negara kita akan menggelar hajat besar, yakni pemilihan wakil rakyat untuk duduk di DPR, DPD, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota. Suhu perpolitikan baik di daerah maupun di ibu kota sudah memanas. Para calon wakil rakyat tengah sibuk berkampanye meyakinkan masyaSekitar Karawangt untuk dipilih. Berbagai cara dilakukan dari membuat stiker, spanduk, baliho sampai konvoi. Para calon wakil rakyat itu semakin rajin bersilaturahim ke tempat-tempat yang kalau bukan pemilu jarang sekali dikunjungi.
Menurut Kepala Kemenag Karawang  H. Edy Yusuf, ada tiga kategori masyaSekitar Karawangt terhadap pemilihan calon wakil rakyat. Ada yang sudah menentukan pilihannya, ada yang ragu-ragu dan ada yang belum punya pilihan untuk mencoblos siapa dalam pemilu nanti. �Banyaknya partai politik peserta pemilu ditambah dengan banyaknya calon legislatif, membuat persaingan semakin ketat. Partai politik harus bersaing dengan partai politik lain dan di internal partai politik sendiri, calon legislatif juga harus bersaing dengan teman separtainya. Dalam persaingan itu, ditengarai adanya politik uang, yakni pemberian sejumlah uang untuk memilih partai atau caleg tertentu kepada pemegang hak suara,� ujar Edy kepada Sekitar Karawang belum lama ini.
Dalam pandangan Islam, istilah politik uang belum dikenal. Karena politik uang itu muncul dalam tradisi demokrasi yang dilaksanakan di negara kita sekarang. Namun, dalam istilah fiqih/hukum Islam kata risywah yang berarti suap, sogok, adalah sepadan dengan politik uang. Dalam Musnad Imam Ahmad bin Hambal, dikatakan bahwa Rasulullah SAW melaknat orang yang memberi suap dan yang disuap. Satu hadis lain mengatakan orang yang menyuap dan yang disuap dua-duanya masuk neSekitar Karawang. Penyuap dan yang disuap tidak dapat dipisahkan, sama halnya orang yang berkelahi dua-duanya, yang kalah dan yang menang adalah salah. Artinya dua-duanya sama-sama memiliki niatan yang tidak baik. Penyuap memberikan sesuatu atas dasar mengharapkan sesuatu. Sementara yang disuap melakukan sesuatu atas dasar mendapatkan sesuatu.
Dalam konteks pemilu, jika dasar memilih adalah uang, maka hanya partai atau caleg yang memiliki banyak uang saja yang dapat memberikan uang kepada rakyat, meskipun ia bukanlah orang terbaik untuk dipilih sebagai wakil rakyat. Sedangkan bagi partai dan caleg yang kekurangan modal, ia tidak akan terpilih mewakili rakyat meskipun dengan segudang prestasi dan idealisme. Alhasil, lahirlah para anggota legislatif yang punya banyak uang meskipun tak berprestasi. Dampaknya adalah melemahnya kinerja anggota dewan, karena ia sibuk untuk mengembalikan uang saat berkampanye, dan pada gilirannya akan menghasilkan produk legislasi yang tidak berorientasi kepada rakyat. Akhirnya, lembaga legislatif yang terhormat, perlahan memudar karena diisi oleh anggotanya yang kurang terhormat. Karena itu, mari sukseskan pemilu tanpa politik uang.(cr2)

Kamis, 27 Maret 2014

Pengabdian Ida Miarsih

20 Tahun jadi Guru Honor, Tetap Bekerja dengan Hati

KARAWANG, Sekitar Karawang - Profesi menjadi seorang guru bukanlah hal yang mudah dilakukan bagi seorang wanita. Selain harus memikul tanggung jawab besar, penentuan sebuah kebijakan demi meningkatkan kualitas pendidikan adalah sebuah prioritas yang dikedepankan. Inilah yang menjadi dasar bagi Ida Miarsih S.Pd, guru SMPN 2 Telukjambe yang sudah 20 tahun menjalani profesi mulia tersebut. Dibalik rasa tanggung jawabnya yang tinggi, wanita kelahiran 22 Maret 1971 ini juga menganggap pekerjaannya ini sebagai sebuah amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Bahkan dengan tanggung jawab dan kedisiplinan yang diterapkannya, membawanya selalu berkeinginan bekerja dengan hati nurani. Baginya, bekerja dengan hati dan berbuat untuk banyak orang adalah sebuah tujuan mulia yang terus dipegangnya. �Tahun1994 awalnya saya adalah seorang guru swasta di SMK Taruna Karya Karawang. Sampai akhirnya pada tahun 2007  saya juga mengabdikan diri di sekolah ini. Ya walaupun saya masih berstatus guru honor tapi saya selalu bersyukur, saya terus bekerja dengan hati iklas,� tukas wanita tiga anak ini.
Di usianya yang tak lagi muda, tentu saja membuat Ida banyak menyimpan harapan besar agar segera diangkat menjadi guru PNS. Tapi dengan keyakinannya, Ida mampu mengatasi segala pemikiran was-was sebagai guru yang belum berstatus PNS, sehingga ia bekerja secara sungguh-sungguh agar tidak terbentur kesalahan yang bisa berdampak terhadap kualitas lembaga pendidikan yang tengah ditangani. Dengan keseriusannya mengabdi, Ida saat ini sudah menerima honor sertifikasi dan sudah invasing penyetaraan masa kerja. Sehingga ia menerima gaji setara PNS golongan 3D. �Ya walaupun sertifikasi itu cairnya suka telat, kadang tiga bulan sekali, kadang dirapel per enam bulan,� jelasnya.
Wanita yang mengaku punya hobi bernyanyi dan olahraga senam ini berharap, pemerintah tidak membeda-bedakan terhadap guru yang bertugas di sekolah swasta dan negeri dalam hal pengangkatan CPNS. Terlebih guru seperti dirinya sudah tercatat dan lolos sertifikasi dan lolos invasing. Namun dibalik itu semua, Ida mengaku akan tetap bersemangat mendidik anak muridnya di sekolah. Ia bahkan sempat menceritakan hal yang membanggakan saat ada salah satu siswanya saat ini sudah menjadi direktur sebuah perusahaan kontruksi ternama. �Itu benar-benar menjadi kebanggan tersendiri bagi saya sebagai pendidik, bahkan siswa tersebut datang silaturahmi ke sekolah,� ungkap Ida yang juga tercatat sebagai salah satu guru di SMK Gunung Jati Karawang ini.
Ditanya kesibukkannya diluar sekolah, Ida mengaku konsen mengurus anak dan suami tercinta ketika sudah berada di rumah. �Ya kalau di rumah saya ngurus anak saja,� pungkasnya.(cr2)

Burial tak Sekadar Naik Gunung

-Siswa SMKN 1 Karawang Aktif Bantu Korban Bencana

KARAWANG, Sekitar Karawang - Siswa-siswi SMKN 1 Karawang ternyata mempunyai organisasi siswa pecinta alam bernama Burial (Barudak Rimba Alam). Organisasi yang terbentuk sejak tahun 2005 ini, selain naik gunung, ternyata juga aktif terjun langsung membantu korban bencana di Karawang maupun luar Karawang.

Pembina Burial SMKN 1 Karawang Drs.Iyan Sukhyar mengatakan, Burial memang belum begitu dikenal oleh sebagian siswa. Namun begitu, tidak sedikit siswa yang bergabung dan terdaftar sebagai anggota Burial SMKN 1 Karawang. "Kalau sekarang anggotanya ada 25 orang, tapi alumni Burial juga sudah banyak," ujar Iyan kepada Sekitar Karawang di SMKN 1 Karawang, Rabu (26/3).
Iyan menjelaskan, sistem keanggotaan Burial ini adalah mengikat. Yakni setiap anggota Burial saat sudah keluar dari SMKN 1 Karawang tetap disebut anggota Burial SMKN 1 Karawang meskipun nama organisasinya dirubah menjadi Galakala. "Alumni SMKN 1 yang tercatat sebagai anggota Burial ada 60 orang, dan sampai sekarang mereka masih aktif mengikuti kegiatan Burial," katanya.
Misal saja saat Kabupaten Karawang dilanda banjir beberapa waktu lalu, organisasi ini terjun langsung membantu korban banjir yang bekerjasama dengan Basarnas Karawang. Agenda rutin organisasi ini adalah dengan menggelar pelatihan para anggota. Baik berupa pelatihan materi ataupun praktek. Iyan menegaskan teori pelatihan kepada anggota dirasa sangat penting sebagai ilmu dasar untuk memahami bagaimana cara menangani korban bencana, naik gunung atau lainnya. Adapun kendala anggota Burial yang saat ini tengah dihadapi adalah kebutuhan alat. Misal saja alat perahu karet untuk digunakan saat menolong korban banjir. "Ya kita harapannya pemerintah daerah mau menyediakan dan membantu kebutuhan alat tersebut," harapnya.
Di tempat yang sama, anggota Burial SMKN 1 Karawang Rosita Dewi mengaku bangga menjadi anggota organisasi Burial. Selain mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman, ia juga mendapatkan banyak teman untuk bertukar pikiran dan berbagi hal lainnya. "Sejak kelas sepuluh saya sudah gabung, sekarang sudah tiga tahun," ujar Rosita.
Adapun hal yang paling ia sukai saat mengikuti kegiatan Burial adalah ketika mengadakan acara di sekitar perairan. Ia lebih menyukai bermain di air karena bisa menghilangkan suntuk setelah satu minggu belajar di kelas.(cr2)